ITM Terdepan untuk Teknologi

Written by PA-ITM

On Mei 5, 2017

REKTOR Institut Teknologi Medan (ITM) Mahrizal Masri beserta jajaran dan sejumlah Pengurus Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna menyambut kedatangan Tim Mobil Irit ITM di kampus tersebut, baru-baru ini.

Rektor ITM Mahrizal Masri mengu­capkan terimakasih atas partisipasi Tim Irit Mobil Ganteng ITM dalam kompetisi Shell-Eco Marathon Asia 2017 di Singapura.

Hal ini membuktikan bahwa ITM menjadi terdepan untuk teknologi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Sumut.

“Sebab dari ribuan PTS Sumut, cuma satu yang terpilih yakni ITM. Untuk teknologi kita diakui Sumut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menga­takan, Rektorat, Dosen, dan Akademika menyampaikan selamat kepada Tim Irit Mobil Ganteng karena sudah berkiprah di Internasional.

“Kami sangat gembira. Kita juga telah memberitahukan hal ini kepada Kopertis, dan mengatakan selamat berjuang dan ternyata sudah ada hasilnya mendapat peringkat 12 di antara 40 peserta dari Negara Asia. Mereka juga sudah dikenal di Asia,” ungkapnya.

Rektor berharap perjuangan bisa berlan­jut dan ada re-generasi. “Saya juga minta kepada para pimpinan di Teknik Mesin untuk merancang laboratorium baru khusus atau rekayasa mesin, supaya bisa berjalan mulus selanjutnya,” ucapnya.

Dengan adanya kompetisi ini juga tambahnya, memotivasi jurusan mening­katkan akreditasi. Terbukti di mesin serius dalam memajukan jurusan.

“Saya berpesan kepada mahasiswa jangan sampai lengah, karena perkem­bangan teknologi berjalan terus,” pung­kasnya.

Ke depan Tim Mobil Irit ITM diharapkan bisa berjaya, tidak saja di tingkat Nasional, tapi Internasional.

Sementara Tim Pembimbing Mobil Irit ITM Mahyunis menjelaskan, peserta dari Indonesia diwakili 26 perguruan tinggi se Indonesia.

Dari 26 tim terdiri dari 29 universitas atau institut yang berasal dari 8 provinsi se Indonesia.

“Perguruan Tinggi Swasta ( PTS) yang berkompetisi di Singapura ada dua tim dari ITM dan Yogyakarta,” terangnya.

Dalam kompetisi itu juga, lanjutnya 5 tim perwakilan dari Australia dan New­zeland, 4 dari Aprika salah satunya Mesir. “Jadi kompetisi ini bukan level Asia tapi Benua,” tandasnya.

Diakuinya, selama kompetisi cuaca cukup panas. Meski begitu tim terus berjuang untuk mendapatkan yang terbaik.

“Hasilnya kita memperoleh peringkat 12. Terima kasih kepada rektorat dan jajarannya serta semua pihak yang mendu­kung tim ini. Ini tahun pertama kita berkompetisi. Tahun berikutnya kita akan berusaha lebih baik,” katanya. Dia juga menyampaikan tiga tahun ke depan akan fokus di tingkat Asia, tidak di nasional. (bardansyah)

You May Also Like…

Lomba Desain Logo PA ITM

Dalam rangka pembaharuan organisasi PERKUMPULAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN mengadakan sayembara pembuatan logo PA ITM. Lomba ini dikhususkan bagi rekan-rekan Mahasiswa/i Institut Teknologi Medan, dan alumni Institut Teknologi Medan.     KERANGKA ACUAN...

Live Update Covid 19

[display_covid_19_data countries="China,Indonesia" bg_color="#000000"][display_covid_19_global_data bg_color="#000000"] [display_covid_19_data_line_chart country="Indonesia"]

Pengukuhan Dewan Pengurus Nasional PA ITM

Pengukuhan Dewan Pengurus Nasional PA ITM

  Sabtu, 29 Februari 2020, Dewan Pengurus Nasional Perkumpulan Alumni Institut Teknologi Medan periode 2019 - 2021 (DPN PA-ITM), resmi dilantik di Hotel Madani, Medan, Sabtu (29/2). Pelantikan dipimpin Dewan Penasehat, Ir Masfar Awaloeddin, turut hadir dalam...

0 Comments

Submit a Comment

Comodo SSL